Mac

Seberapa Kencang Mac Berbasis ARM vs. iPad Pro, Mac mini dan Macbook Air? Ini Hasil Benchmarknya

Bagaimana sih performa Mac mini versi Developer Transition Kit yang dilengkapi dengan prosesor ARM yang didesain sendiri oleh Apple secara kustom? Ini hasil benchmark-nya.

Mac mini Developer Transition Kit/Radek Pietruszewski

BeritaMac.idApple telah mulai mengirimkan Mac mini dengan prosesor berbasis ARM kepada beberapa pengembang aplikasi pekan ini. Tak perlu lama, kini hasil benchmark prosesor ARM tersebut di Geekbench telah keluar.

Hasil benchmark ini memberikan gambaran awal kepada pengguna soal performa Mac mini dengan prosesor ARM tersebut dalam menjalankan aplikasi-aplikasi non-natif melalui teknologi translasi Rosetta.

Rosetta adalah tool emulasi yang akan menerjemahkan aplikasi-aplikasi yang dibuat untuk prosesor Intel bisa berjalan di Mac dengan prosesor berbasis ARM yang didesain secara kustom oleh Apple.

Apple memberi nama Mac mini ini dengan sebutan Developer Transition Kit. Di dalamnya sudah tersemat prosesor A12Z yaitu prosesor berbasis ARM yang diberi nama Apple Silicon.

Simak juga: Diumumkan, macOS Big Sur Dukung Prosesor ARM, Ikon, Widget, Safari Baru

Spesifikasi lainnya yang dimiliki oleh Mac mini versi DTK ini termasuk RAM 16GB, media penyimpanan SSD 512GB, serta macOS Big Sur dan tool pengembangan xCode versi khusus.

Di database Geekbench dilansir dari Macworld, Selasa (30/6), tercatat ada delapan hasil benchmark dari Mac mini dengan Apple Silicon. Hasilnya cukup tidak mengecewakan jika dibandingkan dengan Mac mini 2018.

Secara umum, Mac mini dengan prosesor ARM menghasilkan skor benchmark di angka 800-an pada uji single-core. Sementara pada uji multi-core, hasilnya di kisaran 2900.  

Simak juga: Fakir Boot Camp, Mac Berbasis ARM Tak Bisa Jalankan Windows

Lalu bagaimana perbandingan benchmark DTK ini dengan produk Apple lainnya? iPad Pro yang notabene punya prosesor A12Z yang sama dengan DTK lebih bertenaga 25% pada uji single core dan 40% pada uji multi-core.

Berdasarkan data benchmark, iPad Pro tercatat menghasilkan skor benchmark sebesar 1100 pada uji single-core dan 4700 pada uji multi-core.

Berikutnya MacBook Air generasi terbaru dengan prosesor versi standar,  menghasilkan skor single-core sebesar 1100. Sedangkan skor multi-core yang diraih berada di angka 2200.

Simak juga: Dinilai Buruk, Prosesor Intel Skylake Jadi Alasan Apple Pindah ke ARM buat Mac

Terakhir perbandingannya dengan Mac mini yang diluncurkan pada 2018 lalu. Mac ini memiliki performa dengan skor single-core dan multi -core masing-masing di kisaran 800 dan 2.500.

Kesimpulannya, DTK yang menjalankan aplikasi melalui Rosetta memiliki performa benchmark yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hasilnya cukup mengesankan dan kencang, setara dengan Mac mini dan MacBook Air entry level.

Meski hasil benchmark tidak bisa dibilang luar biasa, ini baru permulaan. Apple masih punya banyak waktu untuk mengoptimalkan Apple Silicon yang dikembangkannya.

Apalagi, macOS Big Sur saat ini masih dalam tahap beta alias uji coba. Begitu juga dengan Rosetta yang kemungkinan akan terus dikembangkan agar lebih optimal dalam mendukung aplikasi non-natif nantinya.

Sumber: Macworld.com

.

Comments
To Top