Mac

Fakir Boot Camp, Mac Berbasis ARM Tak Bisa Jalankan Windows

Apple memberikan konfirmasi bahwa Mac dengan prosesor ARM tidak mendukung Boot Camp buat menjalankan sistem operasi Microsoft Windows.

xCode/Apple.com

Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh Mac besutan Apple dibandingkan dengan komputer lain buatan pesaingnya adalah kemampuannya untuk menjalankan Windows melalui mode Boot Camp.

Sebaliknya komputer lain dengan sistem operasi dari Microsoft itu tidak punya dukungan untuk bisa menjalankan macOS, sistem operasi yang dikembangkan oleh Apple buat Mac.

Namun kabar buruknya, Apple tidak akan lagi memberikan kemudahan yang sama khususnya di Mac dengan prosesor berbasis ARM (Apple Silicon Mac) yang baru-baru ini diumumkan di acara WWDC lalu.

Di acara podcast yang disiarkan oleh Daring Fireball, Senior Vice President of Software Engineering Craig Frederighi mengkonfirmasi Apple tidak berencana mendukung Boot Camp di Mac dengan prosesor ARM.

“Kami tidak mengarahkan boot sistem operasi alternatif. Virtualisasi murni adalah rutenya. Hypervisor ini bisa sangat efisien, jadi kebutuhan untuk mengarahkan boot tidak harus benar-benar menjadi perhatian.” ujar dia dikutip The Verge, Jumat (26/6).

Simak juga: Dinilai Buruk, Prosesor Intel Skylake Jadi Alasan Apple Pindah ke ARM buat Mac

Adapun alasan Apple tidak mau mendukung Windows di Mac berbasis ARM adalah Microsoft hanya melisensikan Windows 10 pada ARM ke pembuat PC untuk melakukan pra-instal pada komputer baru,

Apalagi perusahaan teknologi yang didirikan oleh Bill Gates itu punya kebijakan untuk tidak menjual salinan Windows 10 bagi siapa pun untuk melisensikan atau menginstalnya secara bebas.

“Microsoft hanya melisensikan Windows 10 pada ARM ke OEM. Kami tidak memiliki hal lain untuk dibagikan saat ini,” kata juru bicara Microsoft kepada sumber yang sama.

Sebenarnya ada cara lain buat menjalankan Windows di Mac berbasis Windows. Yaitu dengan menggunakan aplikasi mesin virtual seperti VMWare dan Parallels Desktop.

Simak juga: Mac mini Berbasis ARM Tak Bisa Diperbaiki di Genius Bar atau AAS

Namun cara tersebut juga tampaknya akan sulit untuk dilakukan. Pasalnya Apple menyebutkan mesin virtual di Mac berbasis ARM tidak didukung oleh Rosetta Translation Environment.

Rosetta sendiri adalah proses penerjemahan yang memungkinkan pengguna menjalankan aplikasi yang berisi instruksi x86_64 pada Apple Silicon, prosesor ARM pertama Apple buat Mac.

Dalam salah satu demo di WWDC, Apple juga menunjukkan Mac berbasis ARM menjalankan sistem operasi Linux melalui aplikasi mesin virtual Parallels Desktop. Namun mereka tak sedikit pun menyinggung soal Windows, apakah didukung atau tidak.

Meski tidak mendukung Windows, Apple menyatakan Mac berbasis ARM masih akan mendukung aplikasi-aplikasi bikinan Microsoft seperti aplikasi kantorannya, Office.

Sumber: Theverge.com

Comments
To Top